Delapan mahasiswa Ahwal Syakhshiyah International Program menjadi pemerhati Pertandingan Penghujahan Mahkamah Syariah Peringkat Kebangsaan 2018 (PPMS)

Sebanyak delapan orang mahasiswa Program Studi Ahwal Syakhshiyah (PSAS) International Program (IP) angkatan 2016 beserta dua orang pembimbing menjadi tamu undangan atau pemerhati pada Pertandingan Penghujaan Mahkamah Syariah Peringkat Kebangsaan 2018 (PSMS) yang diselenggarakan oleh Fakulti Syariah dan Undang-Undang (FSU) Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27-28 Oktober 2018 bertempat di gedung perkuliahan FSU USIM Bandar Baru Nilai Negeri Sembilan Darul Khusus.

Adapun delapan orang mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Abdussalam Zainal Arifin, Syahmirwan, Putra Rahmadani, Muhammad Ikram, Juwandi Purnama, Tommy Pratama, Harunian Ahmad dan Rizqon, ikut serta dua orang pembimbing yang terdiri dari dosen yaitu M. Miqdam Makfi, Lc., MIRKH. dan staff PKBHI Aldinto Irsyad Fadzurrahman, S.H.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini  diikuti oleh beberapa kampus yang ada di Malaysia serta turut pula diikuti oleh salah satu kampus yang ada di Brunei Darussalam. Pertandingan Penghujahan Mahkamah Syariah ini sama halnya seperti pertandingan atau perlombaan sidang semu yang dilaksanakan oleh kampus-kampus di Indonesia. Namun tentunya karena terdapat perbedaan sistem hukum antara Indonesia dan Malaysia maka sumber hukum yang digunakan juga berbeda.

Mengenai maksud dan tujuan diikut sertakan delapan orang mahasiswa PSAS IP sebagai pemerhati pertandingan tersebut adalah sebagai bantu loncatan bagi mahasiswa PSAS selanjutnya untuk bersiap menjadi peserta pertandingan tersebut di kemudian hari, hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh pihak FSU USIM yang menjadi tuan rumah. Selain itu momen ini juga digunakan oleh pihak kampus khususnya PSAS untuk mengunjungi mahasiswa IP lainnya yang sedang mengikuti program pertukaran mahasiswa di FSU USIM.

Berakhir Namun Berawal

Samsul Zakaria, S.Sy., M.H
(Hakim Pratama Pengadilan Agama Natuna Kelas II)

 

Selasa, 14 April 2020. 14.00 WIB. Adalah rangkaian angka yang cantik. Semoga menjadi doa. Tentang indahnya dinamika perjalanan panjang. Pengabdian kepada Sang Maha Adil. Juga kepada agama, nusa, dan bangsa.

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah sebagai Hakim Pengadilan Agama (PA) Natuna Kelas II. Prosesi yang tak lebih dari setengah jam tersebut menjadi penanda. Bahwa rangkaian proses Pendidikan dan Pelatihan Calon Hakim (PPC) Terpadu benar-benar berakhir. Selanjutnya saya mengawali perjalanan panjang nan berliku. Perjuangan penegakan keadilan bersama para Hakim lainnya.

Di balik berakhirnya satu aktivitas, deretan pekerjaan lain menanti. Bahwa istirahat hanyalah pergeseran pekerjaan saja (intiqaalul ‘amal). “Fa idzaa faraghta fanshab. Wa ilaa Rabbika farghab.” Demikian QS al-Insyirah dengan sangat indah menasihatkan. Sepanjang nafas masih berhembus, tiada kata akhir yang hakiki. Karena akhiran adalah awalan. Begitu seterusnya.

Terima kasih kepada almarhum ayah dan ibu atas ikhtiar terbaik dan doa-doa tulusnya. Juga kedua mertua yang tiada henti memanjatkan pinta. Teruntuk isteri tercinta, Alif Maelani, S.Pd.I (alifmaelani) yang tak pernah habis kasih sayangnya. Untuk guru-guru saya yang mengajari huruf-huruf Hijaiyah, baca tulis hitung di madrasah, hingga bangku kuliah.

Ucapan terima kasih terkhusus untuk guru saya. Dialah yang paling support saya menjadi Hakim. Selalu berbagi informasi tentang dunia kehakiman. Qadarullaah, saya tidak bisa berkabar langsung kepadanya. Sebab, dia sudah paripurna tugasnya di dunia. Allaahummaghfir li Ustadzina, Dr. Drs. H. Dadan Muttaqien, S.H., M.Hum. Tanpa terkecuali guru-guru saya di Program Studi Ahwal Syakhshiyah (prodias_uii) Fakultas Ilmu Agama (fiai_uii) Universitas Islam Indonesia (uiiyogyakarta).

اللهم انفعنا بما علمتنا وعلمنا ما ينفعنا وارزقنا علوما تنفعنا في الدين والدنيا والآخرة. آمين…

Natuna, 25 April 2020

Dakwah Kolaboratif Prodi Hukum Keluarga  FIAI UII Ke Negeri Jiran

 

Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) FIAI UII turut berikhtiar melebatkan manfaat ke negeri Jiran, Malaysia. Pada sabtu (2/11/2019), telah terlaksana kegiatan bertajuk dakwah kolaboratif internasional bersama PERMAI (Pertubuhan Masyarakat Indonesia) pulau Pinang. Atas permintaan komunitas PERMAI yang mayoritas anggotanya generasi millenial, kegiatan ini mengambil tema “Panduan Syariah Menuju Keluarga Samara”.

Kegiatan dilaksanakan di kantor PERMAI Pulau Pinang, Jalan Kuantan, Nomor 66, Gearge Town, Pinang. Pembicaranya adalah empat dosen Prodi Hukum Keluarga FIAI yang ditugaskan melalui Jurusan Studi Islam (JSI) FIAI, mereka adalah: Krismono, SHI., MSI; Fuat Hasanudin, Lc., MA. ;Dr. Anisah Budiwati, SHI., MSI. ; Erni Dewi Riyanti, S.S., M.Hum. Pemilihan Sabtu sebagai hari pelaksanaan agar menarik banyak peserta yang kebanyakan adalah pekerja migran Indonesia di Malaysia. Hasilnya, kegiatan yang dimulai pukul 09:00 waktu setempat dihadiri pesertar berjumlah sekitar seratusan dan angkanya semakin bertambah pada siang hari.

 

Pulau Pinang merupakan salah satu basis industri, pariwisata dan pendidikan di Malaysia. Terdapat banyak perusahaan, lokasi wisata dan beberapa kampus ternama di sana. Hal tersebut menarik perhatian banyak pekerja dan pelajar Indonesia untuk bekerja dan belajar di pulau yang eksotis ini. Ribuan WNI yang terdiri dari pekerja dan pelajar dilaporkan tinggal di pulau kecil ini. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal kepada mereka tentang persiapan dalam mengarungi dan mempertahankan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Ini dirasa penting, mengingat angka perceraian di komunitas migran Indonesia mencatatkan angka yang tidak sedikit.

 

Kegiatan dakwah ini berupa ceramah dan dialog interaktif mengenai panduan syariah berumah tangga. Secara berurutan materi disampaikan oleh Krismono, SHI., MSI. (Memilih kriteria Pasangan Hidup), Dr. Anisah Budiwati, SHI., MSI. (Persiapan Menuju Pelaminan), Fuat Hasanudin, Lc., MA. (Kafa’ah dan Nafkah), Erni Dewi Riyanti, S.S., M.Hum (Tantangan Kekinian dalam Pernikahan). Selanjutnya adalah dialog interaktif setelah semua materi tersampaikan. Antusiasme peserta di dalam tanya jawab mengaharuskan panitia mengundurkan jam makan siang sampai pukul 13.30 waktu setempat dari jadwal sebelumnya pukul 12.30 waktu setempat.

Penandatangan MoU antara Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah), Jurusan Studi Islam, FIAI UII dengan Permai Pulau Pinang Malaysia

 

Selain kegiatan dakwah, perwakilan dosen-dosen FIAI UII ini juga dimanfaatkan untuk melebatkan jaringan dan silaturrahim antara FIAI UII dengan PERMAI Pinang. “Kami menyambut baik kegiatan seperti ini, kami berterima kasih kepada UII dan berharap dapat berkelanjutan” ucap Bapak Edi Virgo, ketua umum PERMAI setelah menandatangani MoU dan MoA antara FIAI UII dan PERMAI Pinang. Selain kerjasama formal antar institusi, kegiatan ini juga memberi jejaring baru bagi dosen-dosen yang ditugaskan, beberapa pengurus PERMAI ternyata juga aktif sebagai dosen-dosen di Perguruan Tinggi di Indonesia yang sedang studi lanjut di Malaysia.