Dalam rangka menyambut datangnya gerhana bulan pada Jum’at (19/11), Pusat Kajian dan Bantuan Hukum Islam Jurusan Studi Islam (JSI) FIAI UII mengadakan Webinar Gerhana Bulan Parsial 2021. Acara yang diselenggarakan pada Jum’at (12/11) via Zoom tersebut menghadirkan Dr. Muh. Rasywan Syarif, S.H.I., M.S.I. Dosen Ilmu Falak Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar  dan Dr. Drs. Sofwan Jannah, M.Ag. Dosen Ilmu Falak Program Studi Hukum Keluaga (Ahwal Syakhshiyah) FIAI UII.

Dalam sambutannya, Dr. Tamyiz Mukharrom, M.A. selaku Dekan FIAI mengungkapkan bahwa adanya kegiatan webinar tersebut memiliki dampak yang sangat positif, salah satunya adalah dapat memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat khususnya mahasiswa agar melek terhadap fenomena fenomena alam.

“Ini baik kita lakukan karena ini adalah sebuah momen fenomena alam yang berbeda terutama perjalanan matahari dan bulan. Jadi ini baik sekali, Bagaimana gerhana parsial pada bulan ini dikaitkan dengan budaya dan sains, semoga webinar ini menjadi pengetahuan kita bersama bagaimana kita menghadapi fenomena alam yang berbeda ini,” ucapnya pada acara yang bertemakan “Memotret Wasilah Fenomena Gerhana Bulan dalam Dimensi Budaya, Sains, dan Agama” itu.

Senada dengan Dr. Tamyiz Mukharrom, M.A. M. Najib Asyrof, Lc., M.Ag selaku ketua tim webinar tersebut menjelaskan bahwa webinar yang membahas forum forum ilmu astronomi itu sangat minim, oleh karenanya webinar itu diadakan guna memfasilitasi masyarakat yang menyukai fenomena alam seperti gerhana bulan.

“Kegiatan observasi gerhana bulan parsial dilakukan dalam bentuk webinar dimaksudkan agar supaya memberikan edukasi kepada masyarakat serta mahasiswa pada khususnya terlebih pada pemerhati dalam bidang astronomi islam. Minim sekali kita menemukan forum secara ilmiah seperti fenomena alam gerhana bulan yang sifatnya parsial,” ucapnya saat diwawancarai.

Disamping itu, Dr. Muh. Rasywan Syarif, S.H.I., M.S.I. juga berpendapat bahwa fenomena gerhana bulan merupakan salah satu kejadian langka yang terjadi di seluruh dunia, khususnya di Indonesia. Tapi sayangnya wilayah di Indonesia saat ini tidak bisa menikmati gerhana bulan secara total.

“Sebenarnya hari ini gerhana total, tetapi kita di Indonesia kita hanya menyaksikan gerhana bulan parsial. Jadi secara sederhananya, gerhana bulan pada dasarnya merupakan persitiwa alam dan dapat di ilmiahkan. Apresiasi masyarakat Indonesia menyikapi peristiwa gerhana bulan secara kategoristik dibagi menjadi tiga karakter. Pertama masyarakat tradisional, Intelektual saintifik astronomis dan ulama falakiyah,” ungkapnya saat memaparkan materi.

Menurut hasil Observasi yang dilakukan oleh tim yang tergabung dalam Organisasi Astronomi Amatir Makassar melaporkan bahwa gerhana bulan dilaporkan tidak terlihat. Hal itu disebabkan adanya awan tebal yang mengakibatkan gerhana bulan di seluruh kota Makassar menjadi tidak terlihat.

Berbeda dengan hasil observasi dari Organisasi Astronomi Amatir Makassar, pengamatan gerhana yang dilakukan di Manado menuai hasil positif, masyarakat kota Manado Sulawesi Utara berhasil menyaksikan gerhana sebagian secara langsung. Kejadian tersebut berlangsung dari pukul 17.28 sampai 18.47 WITA.

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *