Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhsiyyah) Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia, kembali menunjukkan prestasi gemilangnya. Kali ini, salah satu mahasiswa Ahwal Syakhsiyyah Angkatan 2020 berhasil membuktikan prestasinya tidak hanya di bidang akademik tetapi juga mampu bersinar di kancah non-akademik, ia adalah Najma Shofia Maharani yang berhasil lolos menjadi Putri Persahabatan di ajang Putri Hijab Indonesia Jawa Timur 2023.

Ajang Putri Hijab Indonesia sendiri merupakan merupakan wadah bagi para perempuan berhijab untuk mengekspresikan diri, berbagi inspirasi, dan memperkuat komunitas hijab di Indonesia. Dalam acara tersebut, para peserta tidak hanya dinilai dari penampilan, tetapi juga dari kemampuan mereka dalam memberikan dampak positif melalui media sosial dan kegiatan sosial. Oleh karenanya, acara ini tentu bukan hanya tentang kompetisi akan tetapi juga tentang menyebarkan pesan positif dan inspiratif kepada masyarakat luas.

Ajang ini juga dimaksudkan untuk memberikan gerakan perubahan yang dapat memotivasi wanita yang belum berhijab untuk dapat berhijab. Selain itu, memberikan gerakan istiqomah yang dapat menginspirasi para muslimah yang telah berhijab agar tetap kuat dalam mempertahankan pakaian hijab yang benar dan tetap stylish akan tetapi masih dalam koridor aturan agama.

Prestasi yang diraih Najma Shofia Maharani ini membuktikan bahwa mahasiswa Program Ahwal Syakhshiyyah mampu berkiprah dan memberikan kontribusi di berbagai bidang. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, mereka dapat menjadi teladan bagi generasi muda dalam menggapai impian dan memberikan pengaruh positif di tengah masyarakat.

Selamat kepada Najma Shofia Maharani atas prestasi yang membanggakan. Semoga sukses ini menjadi awal dari banyak pencapaian lainnya di masa depan. (AAT)

Mempelajari perbedaan budaya merupakan suatu proses yang sangat berharga untuk memahami dan menghargai keberagaman di dunia ini. Dengan mempelajari tentang keberagaman budaya membuka pintu untuk memperluas wawasan dan pengetahuan kita tentang dunia. Pemahaman tentang keragaman budaya juga dapat membantu membentuk sikap toleransi. Melalui pemahaman terhadap keragaman budaya dapat membentuk fondasi untuk mewujudkan kehidupan yang damai dan harmonis.

Pada jumat (23/2) Program Studi Hukum Keluarga/Ahwal Syakhshiyah International Program (Prodi AS IP) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) menyambut mahasiswa pertukaran mahasiswa dari Kazakhstan. Program ini merupakan Kerjasama antara UII dengan Nur Mubarak University, Kazakhstan. Kerjasama ini didasarkan kesamaan antara kedua universitas khususnya identitas yang diusung. Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk memajukan Islam dan negara keislaman.

Adapun Prodi AS IP menerima dua mahasiswa yaitu Nurakhmet Khairul dan Nurislam Abitilda. Keduanya merupakan mahasiswa Faculty Of Islamic Studies Program Takhasus dengan mata kuliah ushul fiqh, ushul hadist, tahfidzul qur’an. Untuk itu sangat tepat jika keduanya ditempatkan di Prodi AS IP. Mereka akan berkuliah selama satu semester disini dan ditinggal di Rusunawa Selatan.

Kaprodi AS Bapak Krismono, S.H.I., M.S.I. menyampaikan bahwa program pertukaran mahasiswa ini bertujuan untuk persiapan akreditasi international dan juga meningkatkan Indikator Kerja Utama (IKU). Ia juga berharap dengan program ini mahasiwa bisa saling bertukar budaya karena meskipun Kazakhstan merupakan negara islam tapi madzhab yang dianut adalah hanafiyah, berbeda dengan Indonesia yang mayoritas menganut madzhab Syafi’i. Dengan perbedaan ini diharapkan menambah wawasan mahasiswa dan memperluas pesrpektif keIslaman.

Adapun pertama kali sampai di Jogja, mereka terkesan dengan suasana baru yang belum ditemui sebelumnya, ketika datang ke FIAI UII mereka juga terkesima dengan bentuk bangunan, fasilitas dan kemajuan teknologi yang ada di UII khususnya di FIAI. Adapun hal yang paling terasa adalah mereka harus beradaptasi dengan suhu udara yang panas, sebab di Kazakhstan, khususnya di daerah mereka tinggal di Almaty suhunya mencapai -12 derajat celcius. Sedangkan di Indonesia, khususnya di Yogyakarta suhunya bisa mencapai 40 derajat celcius. (MA)

Program Studi Hukum Keluarga/Ahwal Syakhshiyah (Prodi AS) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) telah membuka peluang baru bagi mahasiswa dengan perubahan program magang pada tahun pembelajaran 2023/2024. Langkah inovatif ini memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung di berbagai instansi, termasuk Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Perubahan ini sejalan dengan transformasi gelar dari Sarjana Hukum Islam (S.H.I) menjadi Sarjana Hukum (S.H), yang memberikan mahasiswa fokus pada hukum positif Indonesia yang disinkronkan dengan hukum Islam dan memerlukan pemahaman mendalam tentang ilmu-ilmu yang menopangnya. Program magang yang telah diimplementasikan memberikan keleluasaan kepada mahasiswa untuk memilih instansi hukum yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka.

Sebagai contoh, beberapa mahasiswa seperti Nail Nazah (Nail) dan Rabik Dzulfikar (Rabik) telah memanfaatkan kesempatan ini dengan melakukan magang di Kemenkumham DIY dan Kemenag DKI Jakarta. Mereka berbagi pengalaman positif mereka selama masa magang, menunjukkan semangat dan antusiasme mereka untuk belajar dan mencari pengalaman baru. Yuk kita simak kisah keseruan mereka!.

Memanfaatkan Peluang yang ada

Rabik menjelaskan, “Magang gelombang kedua memberikan keleluasaan kepada kami untuk memilih di mana saja, tidak hanya di Jogja, dan dapat lepas dari tim sebelumnya. Kemudian akhirnya, setelah mencoba mengajukan permintaan, kami di ACC oleh prodi.”

Sementara itu, Nail menyampaikan memeang sudang berkeinginan untuk magang di lembaga pemerintahan sejak lama. Sehingga mendengar kabar maasiswa diberikan  keleluasaan oleh prodi untuk memilih tempat magang, Ia pun mencari-caritempat magang dan berhasil magang di Kemenkumham DIY.

Disambut dengan hangat

Penerimaan positif juga diberikan oleh mahasiswa terhadap lingkungan kerja di instansi pemerintah. Nail merasa diterima dengan baik di Kemenkumham DIY. “Masya’Allah di sana itu para pekerjaannya itu sangat ramah. Ya, jadi kekitanya itu mengayumi, diajarin banyak hal trus juga diajak ke kegiatan-kegiatan mereka.” Ucap nail

Pengalaman serupa juga dialami oleh rabik. “Di sana, saya dianggap keluarga, dipaksa menggunakan fasilitas yang ada seperti kopi, teh, dan mie. Saya juga diberi keleluasaan untuk membaca buku, bahkan beberapa buku diberikan kepada saya,” ujar Rabik dengan antusias.

Pengalaman di berbagai bidang

Pengalaman magang tidak hanya memberikan wawasan tentang dunia kerja, tetapi juga membuka pintu untuk pemahaman lebih dalam dalam berbagai bidang hukum. Nail menegaskan, “Saya kemarin berada di tiga bidang, yaitu arsipasi, pelayanan hukum, dan perancangan perundang-undangan. Ditempatkan pada posisi tersebut memberikan pengalaman baru yang berguna untuk kehidupan di kampus nanti. Jadi, tidak hanya teori, tetapi juga langsung praktik di sana.”

Rabik juga berbagi pengalaman tentang tugas-tugas yang diemban selama magang. “Saya ditempatkan di Tim Urais yang dibagi lagi menjadi empat fungsi, seperti Tim Kerja Fungsi Kemasjidan, Hisab Rukyat, dan Bina Syariah, serta Tim Kerja Fungsi Bina Paham Keagamaan dan Kepustakaan Islam.”

Tip dan trik bagi mahasiswa

Bagi mahasiswa yang berencana untuk melakukan magang di instansi pemerintah, Nail memberikan tip, “Komunikasi sangat penting. Sampaikan apa yang ingin Anda peroleh dan pelajari, berkomunikasilah dengan pihak instansi untuk mencapai tujuan Anda.” Sementara itu, Rabik menekankan pentingnya sikap dan persiapan sebelum magang, “Jangan lupa untuk senyum, sapa, dan salam. Persiapkanlah segala sesuatunya sebelumnya terkait instansi dan rencana selama magang.”

Program magang yang diterapkan oleh Prodi AS UII membuktikan bahwa pembelajaran praktis di lapangan dapat memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa. Dengan adanya perubahan ini, diharapkan mahasiswa dapat lebih siap menghadapi dunia kerja dan memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang aplikasi teori hukum dalam konteks praktis. (MA)

Guru Besar atau profesor adalah jabatan fungsional tertinggi bagi dosen yang masih mengajar di lingkungan satuan pendidikan tinggi. Terdapat empat jabatan fungsional dalam dunia profesi dosen, ada asisten ahli, lektor, lektor kepala, dan yang tertinggi adalah guru besar. Pada Kamis (18/1) Dosen Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI), Universitas Islam Indonesia (UII) Prof. Dr. Tamyiz Mukharrom, MA ditetapkan menjadi Guru Besar. Adapun Prof. Tamyiz ditetapakan sebagai Guru Besar dalam bidang ilmu Ushul Fiqh oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementrian Agama Republik Indonesia di Kantor Kementrian Agama Jakarta Pusat. Pencapaian beliau sebagai Guru Besar adalah bukti nyata dari perjalanan panjang dan kualifikasi yang tinggi dalam dunia pendidikan tinggi.

Prof. Tamyiz telah menorehkan jejak pendidikan tinggi mulai dari Fakultas Syariah UII Yogyakarta, kemudian mengejar gelar S2 di Yordan University dengan fokus pada Ushul Fiqih, dan melanjutkan perjalanan akademisnya dengan meraih gelar S3 dalam bidang Studi Islam di Universitas Az-Zaituna Tunisia. Perjalanan pendidikan ini mencerminkan komitmen yang kuat terhadap pengembangan ilmu dan pemahaman mendalam terhadap bidang studinya.

Sebagai dosen di FIAI UII sejak tahun 1991, Prof. Tamyiz telah memberikan pengabdian selama 33 tahun, menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap dunia pendidikan. Pengalaman dan kontribusi beliau dalam dunia pendidikan juga tidak perlu diragukan.  Prof. Tamyiz telah menjadi Pembantu Dekan FIAI pada 2001-2006 dan selanjutnya diangkat menjadi Dekan FIAI pada tahun 2014 sampai tahun 2022.

Selain itu, karya-karya ilmiah Prof. Tamyiz, baik dalam bentuk buku maupun konferensi/jurnal nasional dan internasional, menunjukkan kualitas penelitian dan pemikiran yang mendalam dalam bidang Ilmu Agama. Tema-tema yang diangkat seperti Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Islam dan Radikalisasi Pemahaman Agama di Media Online, mencerminkan relevansi dan ketertarikan terhadap isu-isu aktual dalam masyarakat.

Pengabdian Prof. Tamyiz dalam membahas isu-isu penting, seperti maqasid al-syariah, kebutuhan khusus perempuan dalam bencana, dan etika bisnis di era digital, juga menunjukkan bahwa kontribusinya tidak hanya sebatas dalam lingkup akademis, tetapi juga memiliki dampak pada pemahaman dan solusi terhadap isu-isu sosial dan keagamaan.

Semoga dengan pencapaian sebagai Guru Besar ini, Prof. Tamyiz dapat terus memberikan inspirasi dan kontribusi positif bagi dunia pendidikan, penelitian, dan masyarakat luas. (MA)

[Alhamdulillah]

Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Sykhshiyah) & Pengadilan Agama Jakarta Barat Tanda Tangani Memorandum of Agreement (MoA)

Penandatanganan MoA antara PA Jakarta Barat dengan Program studi hukum keluarga (Ahwal Syakhshiyah) bertujuan untuk mendukung Pengembangan Kelembagaan dan Kurikulum Perguruan Tinggi. Sekaligus menjadi mitra dalam pengembangan kegiatan antar institusi yang saling menguntungkan.

Perjanjian Kesepahaman antara PA Jakarta Barat dengan Prodi Hukum Keluarga (Ahwal Syahkhsiyah), meliputi:

1. Pengenalan Profesi Mahasiswa (PPM)
2. Kegiatan pelatihan, seminar, symposium, konferensi.
3. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat
4. Pemanfaatan dan pengembangan bersama berbagai macam sumber daya milik dan oleh para pihak
5. Pengembangan Sumber Daya Manusia
6. Sosialisasi tentang Tugas dan Fungsi Pengadilan Agama Jakarta Barat
7. Kegiatan lainnya yang disepakati para pihak.

Turut hadir Dekan dari Fakultas Syariah dan Hukum dari UIN Syarif Hidayatullah, UNU Jakarta, Universitas Islam, dan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Harapan kedepan, perjanjian antara PA dan Prodi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) terjalin dengan baik dan memberi dampak positif bagi mahasiswa serta institusi. (Uun)

#MemorandumofAgreement
#PengadilanAgamaJakartaBarat
#HukumKeluargaUII
#AhwalSyakhshiyahUII
#fiai_uii
#UIIYogyakarta

Mahasiswa Ahwal Syakhshiyah angkatan 2020  sejumlah 59 orang mengadakan Outing Class di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan,Cilacap, Jawa Tengah. Berangkat Pukul 12.30 WIB dari Fakultas Ilmu Agama Islam UII Yogyakarata menuju dermaga Wijaya Pura menempuh waktu sekitar 6 jam. Sampai di Dermaga Wijaya Pura sekitar pukul 06.30 WIB. Menurut informasi dari petugas piket dermaga, Bapak Aziz kapal pertama penjemputan dari Kemenkumham akan mengangkut para pegawai, dan petugas serta beberapa pekerja ke Pulau Nusakambangan tepat pukul 07.00 WIB. Selanjutnya, kapal kedua merapat ke Dermaga Wiyaja Pura pukul 07.45 WIB untuk menjemput rombongan  dari UII menuju Dermaga Sondong menempuh waktu kurang lebih 7-8 menit.

Sesampainya di Dermaga Sondong, para romobongan dari UII  disambut oleh Bapak Gatot (Kassubag Umum Lapas Batu) beserta petugas yang berjaga di sekitaran pintu masuk untuk melakukan check in peserta ke bus-bus high risk nusakambangan untuk mengunjungi beberapa lapas di nusakambangan. Perjalanan sekitar 15 menit untuk sampai di lapas pertama, yang diperkenankan untuk dikunjungi, Lapas Maximum Security dengan kasus pidana beragam (Narkotika, Terorisme, Pembunuhan, Pencurian, dll),  yaitu di Lapas Besi dan Narkotik. Disitulah beberapa mahasiswa bisa bertatap muka langsung dengan para warga binaan/ napi. Saat kunjungan, disampaikan oleh petugas jika dari sekian banyak lapas di Nusakambangan, pada hari itu kami hanya dapat mengunjungi beberapa lapas dikarenakan setiap lapas sedang ada kegiatan. Diantaranya, Lapas Maximum Security, dan Medium Security.

Wawancara dengan Narapidana

Lapas Maximum Security, Lapas Besi

Jumlah Narapidana yang ditampung selama 2023 di Lapas Besi adalah sejumlah 502 orang dengan kasus lebih beragam. Menurut informasi dari Bapak Samsul, jumlah ini sama dengan narapidana yang ada di Lapas Narkotik. Dari beberapa warga binaan yang ditahan di Lapas Besi, para mahasiswa memiliki kesempatan untuk mewawancarai 4 orang warga binaan yang sudah kooperatif dengan petugas dalam menjalani aktivitas sebagai warga binaan. Laporan berkala dari wali yang mana merupakan petugas lapas mengenai perkembangan perilaku warga binaan menjadi tolok ukur seorang warga binaan dapat dipindahkan ke lapas satu tingkat dibawahnya, medium security. Beberapa warga binaan enggan untuk dipindahkan karena kendala sulit adaptasi.

“Mereka enggan, karena sudah merasa nyaman di dalam Maximum Security. Banyak kegiatan yang bisa membawa mereka lebih baik, tidak perlu beradaptasi lagi, lebih baik menunggu sampai bebas disini saja”- Jelas petugas Lapas Besi

Melihat tepat di depan pintu masuk Lapas Besi, terpampang tulisan “Zero Handphone”

“kami pastikan, disini zero handphone, tidak ada napi yang memegang handphone”- Wali/ Pembina Napi.

“Seribu empat ratus sekian CCTV, yang kami miliki, mencegah adanya  interaksi intens secara langsung antara napi dengan petugas, dan memantau pergerakan napi setiap hari”- Lanjutnya

“fakta unik dari kasus terorisme adalah, bahwa tidak semua yang terjerat kasus teroris dan sekarang dipidana adalah mereka yang paham agama islam dengan baik, justru baru bisa  baca tulis al-qur’an dengan baik ketika masuk lapas”-Cerita Petugas Lapas lain

Lapas besi adalah lapas yang pernah di tinggali oleh Gembong Narkoba, Freddy Budiman yang dieksekusi mati di Lapas Nusakambangan pada Jum’at 29 Juli 2016. Pak Samsul menambahkan dulu nya Gembong Narkoba, penjahat kelas kakap harusnya di tempatkan di Lapas High Risk (Lapas Batu, Pasir Putih, atau Karanganyar) di Nusakambangan. Namun, saat itu belum beridiri. Baru sekitar tahun 2017-2018, lapas High Risk berdiri diperuntukkan napi” kelas kakap.

Lapas Medium Security, Lapas Permisan

Lapas Permisan merupakan lapas tertua yang ada di Lembaga Pemasyarakatan Nusakamabangan. Narapidana yang terdapat di lapas kelas medium security sebanding dengan narapidana yang berada di lapas maximum security. Adapun perbedaannya di lapas permisan ini warga binaan lebih kooperatif, dan mayoritas yang ada di lapas ini diberikan pembinaan ketrampilan salah satunya adalah membatik. Batik yang diproduksi juga dikenakan sebagai pakaian dinas oleh para petugas lapas permisan. Selain itu kabar baiknya, batik yang berhasil diproduksi juga dipasarkan sampai luar negeri. Suatu kebanggaan bagi para mahasiswa menaiki kapal “Pengayoman VIII” milik Kemenkumham RI demi melakukan kunjungan studi hukum dan mengetahui aktivitas pembinaan narapidana di lapas  Nusakambangan. (Uun)

Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) JSI FIAI UII, mempersembahkan:

[Lomba tingkat SMA/MA/Sederajat & Pondok Pesantren]

Kategori Lomba SMA/MA/Ponpes:
1. Pidato Bahasa Arab
2. Pidato Bahasa Indonesia
3. Puisi Islami
4. Musabaqah Tartilil Qur’an
5. Fotografi
6. Instagram Reels

Kategori Umum:
1. Kaligrafi Digital

🗓️ Pendaftaran: 01 Februari 2023 s/d 05 Maret 2023
💻 Batar Pengumpulan Karya: 05 Maret 2023
📝 Link Pendaftaran: bit.ly/pendaftaranSFD23

💸 PENDAFTARAN GRATISSS
💸 TOTAL HADIAH PULUHAN JUTA RUPIAH

Tunggu apalagi ! Yuk daftarkan dirimu, jangan sampai ketinggalan !!!

Narahubung:
📲Fuad Hadziq Masduqi: 0877 4178 0616

Bagaimana hukum berqurban dengan hewan yang terkena PMK? Simak jawabannya melalui video diatas.

#JawabanDosen Konsultasi Keislaman oleh Dr. Muhammad Roy Purwanto, S.Ag., M.Ag.

 

Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah), Jurusan Studi Islam, Fakultas Ilmu Agama Islam,
Universitas Islam Indonesia

Semoga bermanfaat 🙂
Hubungi kami di:
Instagram: ahwalsyakhshiyah_uii
Facebook: Program Studi Hukum Keluarga – Ahwal Syakhshiyah
Website: islamicfamilylaw.uii.ac.id