Yogyakarta –  31 Oktober 2020 sampai dengan 01 November 2020 Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) JSI FIAI UII telah melaksanakan salah satu kegiatan yaitu “Pelatihan PKPA” yang diadakan secara online malalui zoom. Munculnya kegiatan tersebut dikarenakan adanya kebutuhan bagi para calon lulusan maupun alumni dalam menghadapi dunia kerja. Salah satu Capaian Lulusan Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) adalah menjadi seorang entrepreneur syariah, yaitu salah satunya adalah menjadi seorang advokat syariah. Meskpun didalam kurikulim Program Studi sudah mengajarkan berbagai mata kuliah yang berkaitan dengan advokat syariah, namun demi membuka pandangan bagi para calon lulusan maupun alumni Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) kegiatan ini diadakan meskipun secara online.

 

Tujuan dari kegiatan ini adalah salah satu dan yang paling utama yaitu meningkatkan ketrampilan praktis kemampuan penerapan ilmu yang dipelajari selama ini serta memberikan bekal keterampilan hukum dalam persiapan memasuki dunia kerja nantinya.

Sehingga dalam kegiatan ini, Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhsiyah) JSI FIAI UII mendatangkan 6 narasumber untuk menjadi pembicara dalam acara “Pelatihan PKPA” ini. Yaitu:

  1. Moh Najib, SH., M.Hum.
  2. Heru Setyowati, SH.,MH
  3. Kartika Nova Diankusuma, SH
  4. Dr (Cand) Yustinus Bowo Dwinugroho
  5. Adhi Satrija, SH
  6. Siti Roswati Handayani, SH.

Kegiatan ini merupakan kegiatan yang pesertanya adalah mahasiswa calon lulusan dan alumni Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) JSI FIAI UII. [aif]

Penandatanagan MoU Kerjasama Antara Prodi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah)

dengan PonPes Darunnajah Jakarta

 

(Sleman) Ikon pendidikan bertaraf internasional telah melekat pada Universitas Islam Indonesia (UII), karena sejak tahun 1996 UII telah menjadi pelopor berdirinya program internasional pada perguruan tinggi. Oleh karena itu, untuk meningkatkan angka kualitas lulusan (outcome) Program Studi, maka Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) melakukan langkah strategis di antaranya yaitu menjalin kerja sama dengan Lembaga Pendidikan Internasional LIPIA Jakarta dan menjaring mahasiswa baru dari Lembaga Pendidikan atau Pondok Pesantren yang kompetitif di Indonesia yaitu Darunnajah Islamic Boarding School, Jakarta pada tanggal 04-05 Desember 2018

Beberapa rencana kegiatan disusun bersama untuk dapat melaksanakan student exchange sekaligus lecturer exchange dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta untuk meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa program atau kelas internasional yang ada pada Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah)

Selanjutnya, sambutan hangat diberikan oleh Ketua I Yayasan Darunnajah yaitu Ust. Drs. KH. Mustofa Hadi Chirzin, didampingi oleh Anggota Dewan Nadzir Yayasan Darunnajah Ust. Drs. H. Aunur Rafiq, M.M., beserta segenap pimpinan dan pengajar di lingkungan Yayasan kepada Tim Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah).

Hubungan kerja sama antara Tim Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) dengan Yayasan Darunnajah ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan oleh Kaprodi Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) yaitu Prof. Dr. Amir Mua`llim, MIS. dengan Ust. Drs. KH. Mustofa Hadi Chirzin, Ketua I Yayasan Darunnajah. Dengan penandatangan MoU ini kedua belah pihak diharapkan memperoleh kemaslahatan,  diantaranya adalah untuk penguatan kelas internasional pada Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) yaitu mencetak generasi Rabbani dan mumpuni di kemudin hari.[nj]

 

 

Dakwah Kolaboratif Prodi Hukum Keluarga  FIAI UII Ke Negeri Jiran

 

Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) FIAI UII turut berikhtiar melebatkan manfaat ke negeri Jiran, Malaysia. Pada sabtu (2/11/2019), telah terlaksana kegiatan bertajuk dakwah kolaboratif internasional bersama PERMAI (Pertubuhan Masyarakat Indonesia) pulau Pinang. Atas permintaan komunitas PERMAI yang mayoritas anggotanya generasi millenial, kegiatan ini mengambil tema “Panduan Syariah Menuju Keluarga Samara”.

Kegiatan dilaksanakan di kantor PERMAI Pulau Pinang, Jalan Kuantan, Nomor 66, Gearge Town, Pinang. Pembicaranya adalah empat dosen Prodi Hukum Keluarga FIAI yang ditugaskan melalui Jurusan Studi Islam (JSI) FIAI, mereka adalah: Krismono, SHI., MSI; Fuat Hasanudin, Lc., MA. ;Dr. Anisah Budiwati, SHI., MSI. ; Erni Dewi Riyanti, S.S., M.Hum. Pemilihan Sabtu sebagai hari pelaksanaan agar menarik banyak peserta yang kebanyakan adalah pekerja migran Indonesia di Malaysia. Hasilnya, kegiatan yang dimulai pukul 09:00 waktu setempat dihadiri pesertar berjumlah sekitar seratusan dan angkanya semakin bertambah pada siang hari.

 

Pulau Pinang merupakan salah satu basis industri, pariwisata dan pendidikan di Malaysia. Terdapat banyak perusahaan, lokasi wisata dan beberapa kampus ternama di sana. Hal tersebut menarik perhatian banyak pekerja dan pelajar Indonesia untuk bekerja dan belajar di pulau yang eksotis ini. Ribuan WNI yang terdiri dari pekerja dan pelajar dilaporkan tinggal di pulau kecil ini. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal kepada mereka tentang persiapan dalam mengarungi dan mempertahankan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Ini dirasa penting, mengingat angka perceraian di komunitas migran Indonesia mencatatkan angka yang tidak sedikit.

 

Kegiatan dakwah ini berupa ceramah dan dialog interaktif mengenai panduan syariah berumah tangga. Secara berurutan materi disampaikan oleh Krismono, SHI., MSI. (Memilih kriteria Pasangan Hidup), Dr. Anisah Budiwati, SHI., MSI. (Persiapan Menuju Pelaminan), Fuat Hasanudin, Lc., MA. (Kafa’ah dan Nafkah), Erni Dewi Riyanti, S.S., M.Hum (Tantangan Kekinian dalam Pernikahan). Selanjutnya adalah dialog interaktif setelah semua materi tersampaikan. Antusiasme peserta di dalam tanya jawab mengaharuskan panitia mengundurkan jam makan siang sampai pukul 13.30 waktu setempat dari jadwal sebelumnya pukul 12.30 waktu setempat.

Penandatangan MoU antara Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah), Jurusan Studi Islam, FIAI UII dengan Permai Pulau Pinang Malaysia

 

Selain kegiatan dakwah, perwakilan dosen-dosen FIAI UII ini juga dimanfaatkan untuk melebatkan jaringan dan silaturrahim antara FIAI UII dengan PERMAI Pinang. “Kami menyambut baik kegiatan seperti ini, kami berterima kasih kepada UII dan berharap dapat berkelanjutan” ucap Bapak Edi Virgo, ketua umum PERMAI setelah menandatangani MoU dan MoA antara FIAI UII dan PERMAI Pinang. Selain kerjasama formal antar institusi, kegiatan ini juga memberi jejaring baru bagi dosen-dosen yang ditugaskan, beberapa pengurus PERMAI ternyata juga aktif sebagai dosen-dosen di Perguruan Tinggi di Indonesia yang sedang studi lanjut di Malaysia.

 

Pengabdian Kolaboratif Internasional

Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) Jurusan Studi Islam FIAI UII

Dengan Astor Fiqh Club USIM Malaysia

Pengabdian Islamiyah merupakan salah satu poin yang termaktub dalam catur dharma UII. Pada hari Jum’at, 1 November 2019, Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah), Jurusan Studi Islam (JSI) FIAI UII mengadakan kegiatan pengiriman Dosen pada aktivitas Pengabdian Islamiyah yang sifatnya kolaboratif internasional. Dalam Pengabdian kolaboratif internasional kali ini, JSI FIAI UII bekerjasama dengan Astrofiqh Club Fakulti Syariah dan Undang-Undang USIM, Malaysia. Pada kegiatan ini JSI mengirim beberapa dosen yang berasal dari Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) yaitu Fuat Hasanuddin, Lc, MA., Krismono, S.H.I, M.S.I, Erni Dewi Riyanti, SS., M.Hum, dan Dr. Anisah Budiwati, S.H.I, M.S.I. Dari kegiatan ini, diharapkan Dosen di lingkup PSAS JSI FIAI UII mampu secara bersama-sama memberikan pencerahan melalui Pengabdian di tengah masyarakat sebagai salah satu tanggung jawab intelektual serta sosial.

Adapun tujuan kegiatan ini di antaranya adalah untuk memperluas jaringan kerjasama antara Jurusan Studi Islam FIAI UII dengan instansi dalam skala internasional, melaksanakan kegiatan pengabdian Islamiyah kerjasama PSAS JSI FIAI UII dengan Astrofiqh Club USIM, Malaysia, dan memberikan pemahaman tentang tema “Best Practice on Digital and Falak Learning” kepada anggota di komunitas Astrofiqh Club USIM, Malaysia.

Kegiatan Pengabdian Islamiyah ini diwujudkan dalam bentuk dialog interaktif dengan tema “Best Practice on Digital and Falak Learning”. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang perkembangan pembelajaran ilmu Falak di Perguruan Tinggi Islam, khususnya Universitas Islam Indonesia.

Kegiatan pengabdian berupa dialog internatif dengan Astrofiqh Club USIM diawali dari pemaparan yang disampaikan Astrofiqh Club dalam memperkenalkan studi belajar mereka di USIM, kemudian dilanjut dengan pemaparan padat yang disampaikan oleh ke empat Dosen. Penyampaian materi dari tim jurusan diawali oleh Krismono, S.H.I, M.S.I yang menyampaikan tentang dinamika perkembangan ilmu falak di Indonesia yaitu ilmu falak di Indonesia dalam lintasan sejarah, kemudian dilanjut oleh Fuat Hasanuddin, Lc, MA yang menyampaikan tentang hisab rukyat di Indonesia, kemudian dilanjutkan oleh Dr. Anisah Budiwati, S.H.I, M.S.I yang menyampaikan tentang pembelajaran ilmu falak di Indonesia, dan ditutup dengan materi yang disampaikan oleh Erni Dewi Riyanti, SS., M.Hum tentang digital learning in Universitas Islam Indonesia.

Forum dialog interaktif disempurnakan dengan dialog dan tanya jawab dengan anggota Astrofiqh Club. Pembahasan tentang digital learning antar dua Universitas dan perkembangan keilmuan falak yang berkembang di Indonesia dibahas secara bergantian. Pada akhir dialog diperbincangkan agenda selanjutnya sebagai bentuk kegiatan lanjutan yang memungkinkan kerjasama kelompok studi yang ada di UII dan USIM. Kesan mereka terhadap perkembangan ilmu falak terlihat cukup antusias dan sangat tertarik untuk dapat belajar langsung ke Universitas Islam Indonesia. Harapan keduanya dapat berlanjut dalam forum-forum yang tidak hanya dilaksanakan di Malaysia, namun juga berkolaborasi bersama di Indonesia.

Dalam rangka menjemput Gerhana Matahari Sebagian, pada hari Kamis tanggal 26 Desember 2019 telah dibentuk satu tim di FIAI UII yang dikoordinasi oleh Pusat Kajian dan Konsultasi Hukum Islam (PKBHI). Kegiatan tim selain dari memberikan sosialisasi, penerangan agama kepada masyarakat, dan melakukan penelitian, dan pengamatan sekitar terjadinya Gerhana Matahari Sebagian. Ada kemungkinan terjadinya perubahan sikap masyarakat, khususnya kemungkinan masih adanya mitos yang tersisa pada masyarakat Islam di sekitar Kampus UII Jl. Kaliurang Km 14.5 Yogyakarta.

Beberapa tenaga Da’i terdiri dari para Dosen FIAI, DPPAI dan DPPM UII termasuk Tenaga Kependidikannya diharapkan dapat ikut berperan serta mensosialisasikan adanya Gerhana Matahari Sebagian 26 Desember 2019 kepada masyarakat untuk memakmurkan Masjid dan Musolla dengan melaksanakan Salat Kusuf (Gerhana Matahari Sebagian) terutama di sekitar Daerah Istimewa Yogyakarta. Oleh karena itu PKBHI dalam hal untuk meningkatkan kualitas penelitian dan pembelajaran mahasiswa Prodi Ahwal Syakhshiyah khususnya, akan melaksanakan kegiatan pengamatan Gerhana Matahari Sebagian dan shalat kusuf (Gerhana Matahari Sebagian).

Pada tahapan ini dilaksanakan persiapan berupa rapat dan survei tempat untuk menentukan posisi peralatan dengan lokasi tempat yang akan dijadikan wahana pengamatan publik. Di antara persiapan yang telah disepakati oleh Tim yaitu sebagai berikut:

  1. Persiapan peralatan
  2. Teleskop Digital Equatorial (termasuk filter Matahari)
  3. Theodolite (termasuk filter Matahari dan eye piece)
  4. Kacamata gerhana 15 buah
  5. Tali sepanjang 80 meter
  6. Benang kasur 10 meter
  7. TV Gerhana (terbuat dari kardus berukuran 50 cm x 50 cm)
  8. Tripot TV Gerhana
  9. Kertas HVS
  10. Software waktu yang akurat (jam.bmkg.go.id)
  11. Software perhitungan posisi Matahari (data RA dan deklinasi Matahari)
  12. Layar dan LCD untuk kajian materi Gerhana

 

Design Pengamatan Gerhana Matahari Sebagian untuk Publik

Posisi tempat di pelataran Masjid Ulil Albab sebagai tempat terbuka yang dapat diakses secara bebas oleh masyarakat dan civitas akademika UII. Peralatan dan posisi pengamat didesain dengan kemiringan azimuth 185 – 253 derajat, khususnya untuk pemasangan kacamata gerhana (15 buah pada tali 80 meter). 

Kajian Gerhana Matahari Sebagian di Yogyakarta

Kajian tentang gerhana Matahari sebagian di Yogyakarta disampaikan oleh Drs. Sofwan Jannah, M.Ag. Beliau menyampaikan sejarah terjadinya gerhana pada masa Rasulullah yang menegaskan bahwa fenomena ini tidak akan terjadi karena lahir atau meninggalnya seseorang. Hal yang perlu dipersiapkan oleh umat Islam ketika terjadi fenomena tertutupnya Matahari oleh Bulan yaitu dengan mendirikan shalat sunnah gerhana, bersedekah dan memperbanyak doa hingga selesainya gerhana.

Pada kesempatan siang hari itu juga, disampaikannya penjelasan terjadinya gerhana Matahari Sebagian dan beberapa tempat di Indonesia mengalami gerhana Matahari Cincin. Untuk wilayah kota Yogyakarta, gerhana Matahari termasuk pada jenis gerhana Matahari Sebagian di mana piringan Matahari tertutup 60-70% oleh piringan Bulan, sehingga bagi pengamat yang ingin melihat jelas bisa menggunakan teleskop dengan filter Matahari. Pengamatan dengan mata telanjang sangat tidak disarankan karena kuatnya sinar Matahari dapat merusak kesehatan mata.

Pelaksanaan Shalat dan Khutbah Gerhana Matahari Sebagian

Pelaksanaan shalat kusuf dilaksanakan setelah shalat zuhr berjamaah yang diimami oleh Dr. Sidik Tono, M.Hum. Khutbah pada siang hari itu juga disampaikan oleh Dr. Sidik Tono, M.Hum. Pada kesempatan siang itu, cuaca cerah dan sangat memungkinkan bagi jamaah untuk langsung ke lapangan melakukan pengamatan gerhana.

Pengamatan Gerhana Matahari Sebagian

Sesi pengamatan Gerhana Matahari Sebagian dimulai pada pukul 10.56 WIB dipandu oleh Tim PKBHI dan kelompok belajar Al-khawarizmi. Pada sesi ini, pengunjung berdatangan untuk mencoba pengalaman menggunakan kacamata gerhana, teleskop dan theodolite. Masing-masing peralatan dikawal oleh mahasiswa dan mereka bertugas untuk dapat menjaga alat dan juga bertugas memberikan penjelasan tentang fenomena pada hari itu. Gerhana Matahari Sebagian di masjid Ulil Albab UII Yogyakarta diamati dengan data pengamatan sebagai berikut:

1) Lokasi tempat

Lintang tempat                 : 07o 41’ 15.24” LS

Bujur tempat                    : 110o 24’ 54.65” BT

Ketinggian                       : 346 meter

2) Durasi pengamatan

Awal Gerhana                  : 10: 56: 02 WIB

Tengah Gerhana               : 12: 47: 57 WIB

Akhir Gerhana                 : 14: 29: 13 WIB

Total durasi                      : 3 jam 33 menit 11 detik

LATAR BELAKANG

Kegiatan penelitian merupakan salah satu bagian dari tugas Catur Dharma bagi para dosen di Universitas Islam Indonesia (UII). Ada beberapa skema pendanaan penelitian yang ditawarkan oleh Universitas Islam Indonesia untuk membantu para dosen dalam melaksanakan kegiatan ini. Dua lembaga internal yang dikenal secara teratur memberikan bantuan dana untuk pelaksanaan penelitian di UII adalah Badan Pengembangan Akademik (BPA) dan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM). Selain itu, ada pula lembaga eksternal yang juga memberikan bantuan dana penelitian, seperti Dirjen Pendidikan Tinggi (DIKTI) dan Dirjen Pendidikan Tinggi Islam (DIKTIS).

Pada tahun ini, Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) melanjutkan program kompetisi hibah penelitian untuk kalangan internal program studi sebelumnya dengan membuka tema kompetisi dengan mengirimkan proposal program Kemenag melalui Litapdimas. Skema dalam bentuk ini memberikan kesempatan bagi dosen-dosen di Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) agar bisa melaksanakan penelitian, khususnya penelitian berkolaborasi dengan mahasiswa. Luaran dari hibah penelitian berupa dokumen laporan hasil penelitian yang diharapkan menjadi artikel yang siap untuk diikutkan dalam konferensi, baik nasional maupun internasional, baik berupa prosiding ataupun jurnal.

TUJUAN

  1. Mengasah kemampuan meneliti dalam konteks pengembangan akademik
  2. Meningkatkan keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam melakukan penelitian dalam bidang Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah)
  3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian kolaboratif dosen dan mahasiswa

LINGKUP KEGIATAN

Kegiatan ini meliputi:

  1. Terdapat dua skema memperoleh dana hibah penelitian kolaboratif yaitu proposal yang tidak lolos dikirimkan ke Kemenag RI dan berdasar pada penilaian proposal penelitian oleh tim review
  2. Proses pelaksanaan penelitian selama 3 bulan dengan diberikannya sejumlah dana kegiatan untuk menunjang pelaksanaan penelitian tersebut.
  3. Dilaksanakannya diseminasi hasil penelitian untuk mendapatkan masukan sehingga terlampir dokumen hasil penelitian dan draft artikel yang siap untuk dikirimkan dalam jurnal, seminar nasional ataupun konferensi internasional.

LUARAN KEGIATAN

  1. Keterlibatan Dosen dan Mahasiswa dalam penelitian kolaborasi
  2. Dokumen hasil penelitian dan draft artikel yang siap dipublikasikan

PESERTA KEGIATAN

Peserta kegiatan adalah seluruh dosen dengan melibatkan 1-3 mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah)

TIMELINE KEGIATAN

Berikut ini time line kegiatan penelitian kolaboratif Dosen dan Mahasiswa :

No. Agenda Kegiatan Waktu
1 Pengumpulan berkas proposal Selasa, 22 Oktober 2019 M
2 Review proposal 23-25 Oktober 2019 M
3 Pengumuman lolos seleksi Sabtu, 26 Oktober 2019 M
4 Tandatangan kontrak penelitian Ahad, 27 Oktober 2019 M
5 Pelaksanaan penelitian 22 Oktober – 15 Desember 2019 M
6 Pengumpulan laporan penelitian Senin, 16 Desember 2019 M
7 Diseminasi hasil penelitian Senin, 23 Desember 2019 M

NARAHUBUNG

Dr. Anisah Budiwati, S.HI., MSI.
Erni Dewi Riyanti, SS., M.Hum.

Dalam rangka menguatkan hubungan akademik dengan Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) Fakultas Syariah dan Undang-Undang, mengadakan kunjungan dan diskusi dengan sivitas akademika Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) bertajuk, “Program Lawatan Akademik Antarbangsa: Eksplorasi Wacana Ilmu di Universitas Islam Indonesia“ pada Senin 2 September 2019 di ruang Auditorium FTI Universitas Islam Indonesia lantai 3.

Acara tersebut disambut oleh Dekan Fakultas Ilmu Agama Islam Dr. H. Tamyiz Mukharom, M.A dan kepala Program Studi Hukum Keluarga, Prof. Dr. H. Amir Muallim, BA, MIS. Dalam kesempatan itu, Dr. Fitriah Wardi selaku dosen pembimbing dari USIM mengirimkan 20 delegasi mahasiswanya, sementara Program Studi Hukum Keluarga mewakilkan 40 mahasiswanya dalam Focus Group Discussion (FGD) yang membahas tentang Undang-undang atau Hukum Keluarga yang terkait dengan penjagaan anak (Hadhanah). 

Dalam kata sambutannya Dekan Fakultas Ilmu Agama Islam Dr. H. Tamyiz Mukharom, M.A menyambut hangat kedatangan para delegasi dari USIM tersebut “Kami menyambut dengan baik kedatangan para delegasi dari jurusan jurusan Fiqh dan Fatwa, Fakultas Syariah dan Undang-Undang Universitas Sains Islam Malaysia, kita sudah sangat sering mengadakan kegiatan seperti ini dan semoga hubungan kerja sama ini dapat terus berjalan dengan baik. Maka apabila dari Jurusan Fiqh dan Fatwa melakukan kerja sama dengan Program Studi Hukum Keluarga itu adalah hal yang tepat, karena hanya jurusan inilah yang berkesinambungan dan sejalan dengan jurusan Fiqh dan Fatwa”, ujar beliau.

Di samping itu Ketua Program Studi Hukum Keluarga Prof. Dr. H. Amir Muallim, BA, MIS yang juga alumnus megister Islamic Studies di salah perguruan tinggi Malaysia pada 1998-an ini membenarkan bahwa UII dan USIM sudah menjalin menjalin hubungan kerja sama yang baik sejak lama. Beliau mengatakan “UII dengan USIM sudah sejak lama menjalin hubungan, baik itu hubungan Institusi, hubungan dosen, hubungan mahasiswa, hubungan akademik. Kita sudah pernah melakukan pertukaran pelajar selama satu semeseter, melakukan riset, dan bahkan sering melaukan diskusi-diskusi akademik seperti ini, dan harapan saya semoga nanti melalui Focus Grup Discussion ini dapat lah berbagi ilmu antara mahasiswa dari Jurussan Fiqh dan Fatwa dengan Mahasiswa Ahwal Asy-Syahsiyyah. dan perlu diketahui bersama bahwa Universitas Islam Indonesia ini merupakan Universitas Nasional tertua yang ada di Indonesia dan pertama kali didirikan oleh pendiri bangsa Indonesia ini sendiri”

Dr. Fitriah Wardi selaku dosen Pembimbing dari FSU USIM mengatakan sangatlah senang dapat berkunjung di Universitas Islam Indonesia ini, “kami sangat menghargai sambutan yang diberikan pihak UII yang sangat hangat dan sudah meluangkan waktu untuk menyambut kami, harapan saya ketika kite sudah membut network kiranya bolehlah melanjutkan forum ini nantinye dengan seperti membuat Seminar dan yang lain sebagainye, saling bertukar maklumat, saling bertukar ilmu nantinya, ujar beliau.

Acara Focus Grup Discussion ini terdiri dari dua sesi, di mana sesi pertama membahas tema tentang “Hadhanah (Hak Asuh Anak)” dalam sesi ini di moderatori oleh Aldi Ardianto mahasiswa Internasional Program Studi Hukum Keluarga Universitas Islam Indonesia. Adapun pemateri dari Jurusan Fiqh dan Fatwa FSU USIM sebanyak tiga orang yakni Fathanah Ridwan (Mahasiswa Muda Fiqh dan Fatwa Tahun 3), Nurul Amirah Binti Abdul Karim (Sarjana Muda Undang-Undang dan Syariah Tahun 3), Siti Khadrah Binti Mohd Rozali (Sarjana Muda Undang-Undang dan Syariah Tahun 3) serta pemateri dari Jurusan Hukum Keluarga ialah Fitri Nurjannah (Mahasiswa Internasional Program Jurusan Hukum Keluarga) dan Fakhriyah Tri Astuti (Mahasiswa Internasional Program Jurusan Hukum Keluarga).

Pada sesi ini dibahas mengenai konsep umum hadhanah dalam perspektif hukum Islam, kemudian dilanjutkan dengan komparasi sistem hadhanah di kedua negara, Malaysia dan Indonesia yang kedua dikenal mempunyai pijakan hukum yang sangat berbeda. Cara pandang dari dua negara ini mengambil kesimpulan yang sama bahwa pada sejatinya hak asuh anak itu terdapat kepada ibu, meskipun tidak mengabaikan peran ayah dalam tanggungjawabnya menafkahi anaknya. Selain itu dari peserta juga menyampaikan permasalahan-permasalahan dari beberapa kasus tentang hak asuh anak yang ada di Indonesia dan Malaysia, sehingga membuat diskusi menjadi lebih hidup dan dinamis. Acara diakhiri dengan diskusi kelompok untuk menyelesaikan suatu masalah mengenai kasus-kasus yang terkait dengan hadhanah, di mana peserta dibagi menjadi lima kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari mahasiswa UII dan USIM. Melalui diskusi ini tampak para peserta kedua negara tersebut terlihat sangat bersemangat dan akrab.

Kontributor – Aldi

Mengawali tahun ajaran baru 2019/2020, Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan Studium Generale pada Rabu (28/8) di lantai 3, Auditorium Fakultas Teknik Industri Universitas Islam Indonesia. Kegiatan yang dilakukan untuk menyambut mahasiswa baru ini dihadiri sekitar hampir 200 orang. Dengan mengusung tema, “Mahasiswa Millenial Pemimpin Masa Depan”, perhelatan akbar tahunan ini menghadirkan dua narasumber, Muhammad Iqbal Juliansyah, S.Sy., M.H (dosen tetap Fakultas Syariah IAIN Purwokerto) dan  Samsul Zakaria, S.Sy., M.H (Calon Hakim/Cakim MA RI, yang sekarang ditempatkan di Kota Malang). Iqbal panggilan akrabnya merupakan alumnus terbaik PSHK angkatan 2019, sementara Samsul alumnus terbaik angkatan 2009.

Stadium Generale tahun ini dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Agama Islam, Dr. H. Tamyiz Mukharram, M.A. Dalam sela-sela sambutannya, beliau berpesan kepada para mahasiswa baru, “agar bisa mengambil kiat-kiat bagaimana menjadi pribadi yang unggul sekaligus sukses dengan banyak belajar kepada pemateri-pemateri hari ini”.Di samping itu beliau juga menjelaskan bahwa Alumni Fakultas Ilmu Agama Islam ini sudah banyak yang sukses menjadi pemimpin di tingkat nasional, seperti diantaranya Bupati Kabupaten Sleman dan Wakil Gubernur Jawa Tengah yang pada saat ini masih menjabat.

Sementara itu, sekretaris PSHK, Krismono, S.H.I., M.S.I yang dalam hal ini mewakili Prof. Dr. H. Amir Muallim, BA. MIS, selaku Kaprodi PSHK, menuturkan, “PSHK ini sejak tahun 2002 sudah mendapatkan Akreditasi A oleh karena itu harus tetap dipertahankan dengan selalu memperbaiki kualitas prodi, di mana sebentar lagi akan ada reakreditasi lagi dari BAN-PT.” Pada kesempatan yang lain, beliau memaparkan segudang prestasi yang telah diraih mahasiswa PSHK dalam kurun tiga tahun terakhir baik di tingkat nasional maupun Internasional, yang sebelumnya beliau juga mengenalkan satu per satu profil pimpinan dan tenaga pengajar PSHK.

“Mahasiswa Ulil Albab, Pemimpin Masa Depan” itulah tema Materi Pertama yang disampaikan oleh Muhammad Iqbal Juliansyah, S.Sy., M.H.

kalau kita perhatikan menurut penelitian saat ini Negara Indonesia terpapar 36% Radikalisme, Masyarakat Indonesia yang multicultural harus lah kita bijaksana dalam menyikapi perbedaan-perbedaan yang ada, jangan mudah untuk terpancing emosi, Karena saat ini Indonesia Memanggil kita untuk Menuju ke arah yang perubahan yang lebih baik” Ujar beliau.

Dalam materinya beliau menyampaikan tentang bagaimana kearifan lokal, budaya, dan sumber daya alam yang ada di Indonesia sangatlah melimpah ruah, namun saat ini keadaan Indonesia tidaklah sedang baik-baik saja, maka dari itu harapan besar beliau kepada mahasiswa-mahasiwa hari ini untuk belajar dengan sungguh-sungguh, torehkan prestasi-prestasi yang dimiliki, dan Universitas Islam Indonesia akan siap memfasilitasi Mahasiswa. Di samping itu beliau juga menyampaikan kecintaan dan kebanggannya terhadap Kampus swasta terbaik di Indonesia ini, “UII sangatlah peduli dan mendukung terhadap Mahasiswa-mahasiswa yang melakukan kegiatan ke luar Negeri”, tuturnya. Diakhir materinya beliau menyampaikan motivasi kepada Mahasiswa agar ketika kita gagal haruslah bangkit kembali, jangan mudah untuk menyerah karena keberhasilan akan diraih oleh mereka yang tidak pernah menyerah.

Materi kedua disampaikan oleh Syamsul Zakaria, S.Sy., M.H dengan tema “Millenial Syar’i Pemimpin Masa Depan”, keberkahan ilmu dari para Dosen merupakan hal pokok yang ia sampaikan  kepada mahasiswa.

“Saya yakin disini banyak yang dari pesantren, nanti kalau dijelaskan Dosennya banyak yang meremehakan, jangan. Keberkahan ilmu itu akan hilang, sekali kita menyepelekan orang lain jangan harap kita akan mendapatkan  keberkahan dari ilmu kita. Ingat ! orang yang baik itu adalah meskipun ia dapat mencari ilmu secara berulang-ulang, seolah-olah bersikaplah seperti ia baru menerima ilmu tersebut pertama kalinya.” Ujar Beliau.

Beliau juga menyampaikan bahwa mahasiswa saat ini haruslah pandai-pandai menggunakan teknologi informasi terutama pada media sosial, karena rekam jejak digital bisa membunuh kita. Ketika kita menyampaikan atau menerima Informasi maka haruslah menyaring informasi itu terlebih dahulu, jangan sampai apa yang kita sampaikan tidak benar adanya dan menjadi Hoax. Di akhir materinya beliau menyampaikan pesan menarik kepada Mahasiswa “jadilah pribadi yang ke Utara ada Saudara, ke Barat ada Kerabat, ke Timur ada plipur, dan Ke Selatan ada kenalan”

Kontributor: Aldi